Marhaenisme adalah ideologi yang menentang penindasan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa.
Rumusan marhaenisme ini dijelaskan Bung Karno sebagaiberikut :
1. Marhaenisme adalah asas yang menghendaki susunan masyarakat dannegara yang didalam segala halnya menyelamatkan kaum marhaen.
2. Marhaenisme adalah cara perjuangan yang revolusioner sesuai dengan watak kaum marhaen pada umumnya.
3. Marhaenisme
sekaligus sebagai asas dan cara perjuangan yang revolusioner menuju
kepada hilangnya kapitalisme, imperialisme, dan kolonialisme.
4. Marhaenis adalah tiap-tiap orang bangsa Indonesia, yang menjalankan marhaenisme.
5. Marhaen adalah kaum proletar Indonesia, kaum tani Indonesia yang melarat dan kaum melarat Indonesia yang lain-lain.
Bung Karno juga menyebut marhaenisme merupakan sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi.
Sosio-nasionalisme adalah nasionalisme yang menghendaki kesejahteraan,
nasionalisme yang berperikemanusiaan, nasionalisme yang berkeadilan
sosial.
Sosio-demokrasi adalah demokrasi yang berkeadilan
sosial, bukan demokrasi yang sekedar mengedepankan perbedaan dan
kemerdekaan individu yang mengabaikan kebersamaan serta tegaknya
keberdayaan dan kedaulatan rakyat.
marhaenisme menurut Bung karno adalah golongan masyarakat miskin yang terdiri dari tiga unsur :
1. Unsur kaum proletar Indonesia atau Marhaenis
2. Unsur kaum tani melarat Indonesia.
3. Unsur kaum masyarakat melarat Indonesia lainnya.
Bung karno juga menjelaskan golongan mana yang disebut dengan kaum
marhaenis, yakni kaum yang mengorganisir berjuta-juta kaum marhaen dan
yang bersama-sama dengan tenaga massa marhaen yang hendak menumbangkan
sistem kapitalisme, imperialisme serta kolonialisme, dan kaum yang
bersama-sama dengan marhaen membanting tulang untuk membangun negara dan
masyarakat yang kuat, bahagia-sentosa, serta adil dan makmur.
Pernyataan ini semakin ditegaskan oleh Soekarno dalam pernyataannya :
" Pokoknya, Marhaenis adalah setiap orang yang menjalankan
marhaenismeseperti yang saya jelaskan. Camkan bebar-benar ! setiap kaum
Marhaenisberjuang untuk kepentingan kaum marhaen dan bersama-sama dengan
kaummarhaen ! "
Marhaenisme menekankan pentingnya pendidikan terhadap massa marhaen.
Marhaenisme memiliki sifat anti penindasan, anti terhadap kapitalisme,
kolonialisme/ imperialisme dan feodalisme maupun setiap penindasan dalam
bentuk apapun.
Adapun asas perjuangan daripada ideologi marhaenisme adalah
Radikal-revolusioner adalah cara perjuangan untuk melakukan perubahan
secara mendasar dan cepat. Radikal revolusioner tidak ada hubungannya
dengan kekerasan, amuk-amukan, apalagi bunuh-bunuhan, tetapi cara
perjuangan yang tidak hanya tambal sulam. Hal mendasar dari
radikal-revolusioner adalah non-kooperasi. Non-kooperasi adalah
perjuangan dengan tidak melalui jalan kompromi, bukan perjuangan
meminta-minta, dan non-kooperasi ditujukan terhadap sistem yang
melakukan pemerasan dan penindasan, terhadap sistem yang menistakan
kemerdekaan individu dan keadilan sosial. Terhadap sistem yang
mendatangkan kesengsaraan dan penderitaan itulah non-kooperasi
diarahkan.
Machtsvorming adalah perhimpunan kekuatan yang
dilandasi satu kesatuan semangat dan cita-cita, satu penyusunan kekuatan
berdasarkan mental ideologi, dan merupakan sumber dalam menggunakan
kekuatan (machtsaanwending) dan bukan hanya himpunan orang dalam jumlah
yang banyak, bukan juga himpunan yang sifatnya lahiriah.
Massaaksi adalah suatu massa aksi yang didasari pada kesadaran bersama
atas tujuan perjuangan, massa aksi bukanlan gerakan yang harus dengan
jumlah besar, tetapi setiap tindakan yang dapat melahirkan kesadaran
rakyat untuk menimbukan gerakan yang radikal-revolusioner. Massa aksi
berbeda dengan massale aksi.
Self help adalah suatu gerakan
yang tidak bergantung kepada kekuatan sesuatu pihak melainkan harus
berdasarkan kekuatan sendiri. Dengan menggantungkan diri pada pihak lain
maka dapat membuka peluang terhadap pihak lawan untuk mengkooptasi
(membelokan gerakan dengan niat buruk) gerakan. Dengan dasar self help,
suatu gerakan akan memiliki self reliance (kepercayaan diri).
Asas perjuangan dari marhaenisme tersebut mengandung tiga misi utama bagi
kaum marhaenis Indonesia, yakni :
1. Membangun kesadaran rakyat atas penderitaan serta sebab-sebab yang mengakibatkan penderitaannya.
2. Membangun kekuatan kaum marhaen dan marhaenis agar dapat menjadi
subjek sosial-politik yang menentukan tata kehidupan berbangsa
danbernegara.
3. Menggalang kekuatan progressif-revolusioner,
yaitu semua kekuatan yang mendukung tercapainya revolusi Indonesia
sesuai dengan tahapan-tahapannya.
Kekuatan
progressif-revolusioner adalah kekuatan yang berpikiran maju ke arah
tujuan revolusi Indonesia, yaitu terwujudnya masyarakat adil dan
beradab, masyarakat tanpa penindasan dan pemerasan oleh manusia atas
manusia maupun bangsa atas bangsa.
Tujuan revolusi ini hanya kan dapat dicapai melalui tigatahapan revolusi, yang oleh Bung Karno
disebut " Tiga Kerangka Revolusi", yaitu :
1. Kemerdekaan penuh/Nasional- demokratis.
2. Sosialisme Indonesia.
3. Dunia baru yang adil dan beradab.
No comments:
Post a Comment