Jan 4, 2015

Marhaenisme Indonesia

Marhaenisme adalah ideologi yang menentang penindasan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa.

Rumusan marhaenisme ini dijelaskan Bung Karno sebagaiberikut :

1. Marhaenisme adalah asas yang menghendaki susunan masyarakat dannegara yang didalam segala halnya menyelamatkan kaum marhaen.

2. Marhaenisme adalah cara perjuangan yang revolusioner sesuai dengan watak kaum marhaen pada umumnya.

3. Marhaenisme sekaligus sebagai asas dan cara perjuangan yang revolusioner menuju kepada hilangnya kapitalisme, imperialisme, dan kolonialisme.

4. Marhaenis adalah tiap-tiap orang bangsa Indonesia, yang menjalankan marhaenisme.

5. Marhaen adalah kaum proletar Indonesia, kaum tani Indonesia yang melarat dan kaum melarat Indonesia yang lain-lain.



Bung Karno juga menyebut marhaenisme merupakan sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi.

Sosio-nasionalisme adalah nasionalisme yang menghendaki kesejahteraan, nasionalisme yang berperikemanusiaan, nasionalisme yang berkeadilan sosial.

Sosio-demokrasi adalah demokrasi yang berkeadilan sosial, bukan demokrasi yang sekedar mengedepankan perbedaan dan kemerdekaan individu yang mengabaikan kebersamaan serta tegaknya keberdayaan dan kedaulatan rakyat.

marhaenisme menurut Bung karno adalah golongan masyarakat miskin yang terdiri dari tiga unsur :

1. Unsur kaum proletar Indonesia atau Marhaenis

2. Unsur kaum tani melarat Indonesia.

3. Unsur kaum masyarakat melarat Indonesia lainnya.



Bung karno juga menjelaskan golongan mana yang disebut dengan kaum marhaenis, yakni kaum yang mengorganisir berjuta-juta kaum marhaen dan yang bersama-sama dengan tenaga massa marhaen yang hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imperialisme serta kolonialisme, dan kaum yang bersama-sama dengan marhaen membanting tulang untuk membangun negara dan masyarakat yang kuat, bahagia-sentosa, serta adil dan makmur. Pernyataan ini semakin ditegaskan oleh Soekarno dalam pernyataannya :
" Pokoknya, Marhaenis adalah setiap orang yang menjalankan marhaenismeseperti yang saya jelaskan. Camkan bebar-benar ! setiap kaum Marhaenisberjuang untuk kepentingan kaum marhaen dan bersama-sama dengan kaummarhaen ! "

Marhaenisme menekankan pentingnya pendidikan terhadap massa marhaen.

Marhaenisme memiliki sifat anti penindasan, anti terhadap kapitalisme, kolonialisme/ imperialisme dan feodalisme maupun setiap penindasan dalam bentuk apapun.

Adapun asas perjuangan daripada ideologi marhaenisme adalah

Radikal-revolusioner adalah cara perjuangan untuk melakukan perubahan secara mendasar dan cepat. Radikal revolusioner tidak ada hubungannya dengan kekerasan, amuk-amukan, apalagi bunuh-bunuhan, tetapi cara perjuangan yang tidak hanya tambal sulam. Hal mendasar dari radikal-revolusioner adalah non-kooperasi. Non-kooperasi adalah perjuangan dengan tidak melalui jalan kompromi, bukan perjuangan meminta-minta, dan non-kooperasi ditujukan terhadap sistem yang melakukan pemerasan dan penindasan, terhadap sistem yang menistakan kemerdekaan individu dan keadilan sosial. Terhadap sistem yang mendatangkan kesengsaraan dan penderitaan itulah non-kooperasi diarahkan.

Machtsvorming adalah perhimpunan kekuatan yang dilandasi satu kesatuan semangat dan cita-cita, satu penyusunan kekuatan berdasarkan mental ideologi, dan merupakan sumber dalam menggunakan kekuatan (machtsaanwending) dan bukan hanya himpunan orang dalam jumlah yang banyak, bukan juga himpunan yang sifatnya lahiriah.

Massaaksi adalah suatu massa aksi yang didasari pada kesadaran bersama atas tujuan perjuangan, massa aksi bukanlan gerakan yang harus dengan jumlah besar, tetapi setiap tindakan yang dapat melahirkan kesadaran rakyat untuk menimbukan gerakan yang radikal-revolusioner. Massa aksi berbeda dengan massale aksi.

Self help adalah suatu gerakan yang tidak bergantung kepada kekuatan sesuatu pihak melainkan harus berdasarkan kekuatan sendiri. Dengan menggantungkan diri pada pihak lain maka dapat membuka peluang terhadap pihak lawan untuk mengkooptasi (membelokan gerakan dengan niat buruk) gerakan. Dengan dasar self help, suatu gerakan akan memiliki self reliance (kepercayaan diri).

Asas perjuangan dari marhaenisme tersebut mengandung tiga misi utama bagi
kaum marhaenis Indonesia, yakni :

1. Membangun kesadaran rakyat atas penderitaan serta sebab-sebab yang mengakibatkan penderitaannya.

2. Membangun kekuatan kaum marhaen dan marhaenis agar dapat menjadi subjek sosial-politik yang menentukan tata kehidupan berbangsa danbernegara.

3. Menggalang kekuatan progressif-revolusioner, yaitu semua kekuatan yang mendukung tercapainya revolusi Indonesia sesuai dengan tahapan-tahapannya.

Kekuatan progressif-revolusioner adalah kekuatan yang berpikiran maju ke arah tujuan revolusi Indonesia, yaitu terwujudnya masyarakat adil dan beradab, masyarakat tanpa penindasan dan pemerasan oleh manusia atas manusia maupun bangsa atas bangsa.

Tujuan revolusi ini hanya kan dapat dicapai melalui tigatahapan revolusi, yang oleh Bung Karno
disebut " Tiga Kerangka Revolusi", yaitu :

1. Kemerdekaan penuh/Nasional- demokratis.

2. Sosialisme Indonesia.

3. Dunia baru yang adil dan beradab.

No comments:

Post a Comment